Satu penyebab rendahnya realisasi penyaluran KUR jelasnya, KUR untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Hal ini karena adanya kendala aturan, seperti di Hongkong, yang tidak memberikan keleluasaan bagi para TKI untuk membuka rekening perbankan di sana.
Untuk itu, lanjut Darmin, bisa dilakukan pada waktu ada pelatihan di tanah air, para TKI sudah melakukan proses membuka rekening, dan sudah dibuat untuk memenuhi prudential.
“Mungkin ada sedikit penyederhanaan, itu dia bisa menjadi nasabah BNI cabang Hongkong dan dia bisa komunikasi pakai sms banking,” terang Darmin.
Intinya, lanjut Darmin, sebetulnya bagaimana memfasilitasi TKI untuk bisa pada waktu berangkat ada kredit karena faktanya mereka pinjam kredit bank asing dengan tingkat bunga yang relatif besar dari KUR.
“Atau barangkali pada saat dia pulang daripada dia harus balik lagi jadi TKI, mungkin dia meminjam sedikit tambahan untuk melakukan kegiatan lain,” imbuhnya.














