JAKARTA, BERITAMONETER.COM- Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa daya beli masyarakat Indonesia triwulan pertama tahun 2026 makin membaik. Hal ini tercermin dari berbagai indikator utama yang menggambarkan aktivitas perekonomian domestik.
Data Mandiri Spending Indeks (MSI) memperlihatkan ada kenaikan angka indeks ke level 360,7 pada Februari lalu. Ini menunjukkan ada perbaikan daya beli masyarakat.
“Saya percaya daya beli masyarakat sepertinya terus membaik dan mengua sebagaimana tercermin dari data MSI,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, Rabu (11/3
Indikator lain yang menunjukkan adanya peningkatan daya beli masyarakat adalah tren pembelian mobil yang mengalami kenaikan, dengan pertumbuhan 12,2% pada Februari 2026. Demikian juga dengan indeks pasar ritel yang mengalami kenaikan sebesar 6,9%,.
“ Meski indeks keyakinan konsumen turun menjadi 125,2 di bulan Februari lalu, tapi daya beli membaik, indikator membaik, melanjutkan tren positif,” tegasnya.
Pasar Manufaktur Lebih Baik
Selain persoalan daya beli yang terus membaik, Menkeu Purbaya juga mengungkapkan bahwa kinerja manufaktur global, termasuk Indonesia, tengah mengalami ekspansi. Data menunjukkan bahwa Indeks manufaktur global bahkan melonjak 51,9, tertinggi dalam 44 bulan terakhir. Hal ini dapat dibuktikan dari Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur yang di level 53,8% per Februari 2026.














