Lebih lanjut, Dani mengatakan, “Masih banyak terjadi di mana jika ada faktor kesulitan ekonomi, maka yang didahulukan untuk sekolah adalah anak laki-laki, bukan anak perempuan. Program ini menjamin anak perempuan dari para tamtama dan bintara juga bisa dapat gelar sarjana.”
Berdasarkan Statistik dan Indikator Pendidikan Berwawasan Gender (Kemendikbudristek, 2023) kesenjangan antara laki-laki dan perempuan terlihat dari kondisi makin tinggi jenjang pendidikan maka makin rendah partisipasi siswa perempuan pada jenjang tersebut dibandingkan dengan laki-laki.















