JAKARTA – PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) selama sembilan bulan pertama tahun ini, menderita rugi bersih mencapai Rp1,01 triliun atau membengkak 68 persen dibandingkan dengan rugi bersih di periode yang sama 2023 sebesar Rp599,66 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan FREN untuk periode berakhir 30 September 2024 yang dikutip Kamis (14/11), emiten jasa telekomunikasi ini membukukan pendapatan Rp8,54 triliun atau menurun 1,04 persen dibandingkan dengan periode Januari-September 2023 yang sebesar Rp8,63 triliun.
Pada periode sembilan bulan pertama di 2024, jumlah beban usaha yang dicatatkan FREN mencapai Rp8,71 triliun atau meningkat 4,8% (year-on-year), sehingga perseroan menderita rugi usaha sebesar Rp164,1 miliar atau berbanding terbalik dengan periode 9M23 yang mampu mencatatkan laba usaha Rp319,18 miliar.
Selama periode Januari-September 2024, FREN mencatatkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,01 triliun.
Dengan demikian, per 30 September 2024 perseroan menderita defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp26,05 triliun atau membengkak 4,03 persen (year-to-date).
Per 30 September 2024, jumlah liabilitas FREN tercatat Rp20,77 triliun atau bisa ditekan 29,28 persen (y-t-d), sementara itu total aset hingga akhir Kuartal III-2024 sebesar Rp42,5 triliun atau mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2023 yang mencapai Rp45,04 triliun















