JAKARTA – Keberadaan utang Indonesia yang selalu cenderung naik perlu mendapat perhatian serius.
Apalagi posisi utang pemerintah sudah mencapai Rp 3.667 triliun per 30 April 2017.
“Yang jelas setiap tahun pemerintah mencetak hutang rata rata 2.5% dari APBN kita selama 3 tahun terakhir bahkan sejak 2011,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR Ahmad Hafiz Tohir kepada wartawan di Jakarta, Minggu (28/5/2017).
Namun Hafiz tak membantah bahwa posisi utang tersebut belumlah seberapa.
“Memang betul rasio utang pemerintah RI masih kecil bila dibanding PDB (30%) tapi jangan lupa bahwa PDB itu bukan satu satunya tolok ukur. Apalagi jika dikaitkan dengan Jepang yang rasio hutangnya sudah 200%,” tambahnya.
Hanya saja anggota Fraksi PAN ini tetap mengingatkan Indonesia tidak memiliki cadangan devisa yang besar sebagai pengaman untuk pembayar hutang, karena cadangan devisa hanya sekitar US$121,8 miliar atau setara Rp1.622 Triliun (kurs Rp13.320/USD).
Sementara utang negara sangatlah besar.
Lebih jauh kata Hafiz, asset negara yang tercatat saat ini, juga relatif kecil hanya sekitar Rp 4000 triliun.
Begitupun dengan kekayaan BUMN nasional yang mencapai Rp3800 triliun tersebut, ternyata juga masih memiliki hutang hampir Rp2000 triliun.












