JAKARTA-Pemerintah Indonesia harus mewaspadai setiap upaya pihak asing yang ingin menguasai Indonesia lewat berbagai kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan nasional (rakyat). Hal ini penting guna menjaga marwah sebagai bangsa berdaulat. Karena itu, agenda terselubung kepentingan bisnis global yang sengaja disusupi lewat regulasi harus ditolak.
Penegasan ini disampaikan politisi Partai Golkar, Poempida Hidayatulloh di Jakarta, Minggu (25/10) terkait desakan The World Health Organization (WHO) agar Indonesia segera meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). “Dari dulu juga mereka mendesak itu. Kalau Indonesia berdaulat ya harus berpikir untuk kepentingan Indonesia dulu lah. Jangan mau disetir dan kita tidak boleh tunduk pada kepentingan dan agenda bisnis global,” jelasnya.
Menurutnya, meratifikasi FCTC sama saja membunuh rakyat Indonesia. Pasalnya, jutaan orang mengantungkan hidupnya pada industrial rokok. Apalagi, pemerintah sama sekali belum bisa menyiapkan program alternatif untuk memindahkan basis industri rokok ini dalam bentuk industri lain. Oleh karena itu, seyognya tetap kembali kepada roadmap industri tembakau yang secara bertahap terjadi switching dari basis industri rokok ke industry lainnya. “Segenap aturan mengenai tembakau dan produk-produk olahannya, disusun berdasarkan masukan kepentingan asing, yang mengandalkan aturan-aturan dari FCTC. Ini tidak bisa mentah-mentah diterapkan di Indonesia,” tegasnya.













