Sementara itu, pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro mengatakan bahwa salah satu bentuk kritik terhadap DPR adalah kurangnya independensi anggotanya dari partai politik yang menaungi mereka.
Menurutnya, seharusnya kalau seseorang telah terpilih menjadi anggota DPR maka dia telah diwakafkan oleh partainya untuk mengabdi kepada rakyat yang diwakilinya. “Mereka seharusnya menjadi wakil rakyat, bukan lagi menjadi wakil partai kalau sudah berada di DPR,” ujarnya.
Hanya saja dia mengingatkan bahwa lomba kritik itu tetap harus memperhatikan etika dan tidak boleh mengandung unsur SARA.














