Oleh: Saiful Huda Ems
Publik sangat terkejut dan tercengang, ketika Kabupaten Pati tiba-tiba menjadi lautan massa.
Hal ini terjadi akibat prilaku Bupati Pati, Sudewo yang arogan dan mengeluarkan pernyataan yang sangat provokatif, hingga memancing amarah rakyat di seantero negeri, khususnya warga Pati.
Jangan katakan saya terlalu mendramatisir keadaan, dengan mengatakan memancing amarah rakyat di seantero negeri, karena pada kenyataannya memang demikian.
Massa yang berdatangan ke Pati untuk mendemo Bupati Sudewo yang sebelumnya pernah menjadi anggota DPR RI selama dua periode ini, bukan hanya datang dari warga Pati sendiri, melainkan juga berdatangan dari berbagai daerah lain.
Bahkan TKI di Luar Negeripun banyak yang pulang ke Tanah air untuk ikut serta meramaikan aksi massa di Pati.
Bagaimana rakyat tidak murka.
Hidupnya yang selama ini sudah banyak dirundung kesulitan demi kesulitan, akibat perekonomian yang anjlok, biaya kebutuhan hidup yang semakin mahal ditambah lagi dengan susahnya mencari lapangan kerja, tiba-tiba saja ada Bupati yang berencana menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB‑P2) hingga 250 %. Gila !.
Selain soal pajak, warga juga memprotes sejumlah kebijakan kontroversial lainnya, yakni penerapan sistem sekolah lima hari, proyek renovasi Alun‑Alun Pati dan rencana pembongkaran masjid bersejarah di Pati.















