Aksi massa ini kemudian berujung ricuh ketika Bupati Sudewo menolak menemui massa.
Situasipun memanas dan massa mulai melakukan pelemparan botol, batu, air mineral, dan buah busuk—hingga aparat menggunakan gas air mata dan water cannon.
Massa yang hatinya telah terbakar oleh kebijakan dan pernyataan Bupati Sudewo inipun, berbalik mengejar para Polisi yang menangani demonstrasi.
Menanggapi situasi kacau seperti ini, DPRD Pati mengaktifkan hak angket untuk menyelidiki kebijakan Bupati Sudewo, yang bisa saja berujung pada pemakzulan.
Massa aksi semakin membludak dan panas, hingga Bupati Pati Sudewo meminta maaf pada publik dan membatalkan kebijakan kenaikan tarif PBB.
Warning Untuk Prabowo-Gibran
Aksi massa spektakuler yang terjadi di Pati sesungguhnya merupakan potret dari akumulasi kekecewaan rakyat, bukan hanya di Pati melainkan di seluruh penjuru Tanah air terhadap kebijakan dan prilaku politik para pejabat negara yang sering berkata sembrono dan bertindak melampaui batas.
Ini bukti konkrit, bahwa negara ini sedang tidak baik-baik saja.
Indonesia yang merupakan negara penghasil emas, nikel dan batu bara terbesar di dunia, tidak menjadikan rakyatnya makmur dan sejahtera, melainkan malah banyak yang terpuruk dalam kemiskinan ekstrim.















