Tengok saja dengan apa yang terjadi saat ini, banyak pusat-pusat perbelanjaan yang sepi pengunjung dan pedagangnya gulung tikar.
Jangan pernah mengelak kenyataan ini dengan mengatakan pembeli sudah beralih ke pembelian secara online, sebab sekarangpun masyarakat yang belanja secara onlinepun sudah turun drastis karena dipajaki besar oleh pemerintah.
Jangankan untuk belanja-belanja kebutuhan sekunder, belanja untuk kebutuhan primerpun, masyarakat sudah banyak yang tidak berminat karena mereka harus berpikir keras untuk membiayai pendidikan anak-anaknya yang sangat mahal.
Belum lagi untuk biaya pengobatan bagi anggota keluarga yang sedang sakit, mengandalkan BPJS hanya dianggap akan memperparah keadaan. Ke rumah sakit pagi dilayani besok paginya lagi dan harus antri berjam-jam.
Keadaan negara yang seperti demikian, mendekatkan keadaannya seperti di Pati, dimana suatu ketika bisa saja rakyat tiba-tiba marah dan turun ke jalan untuk mencari-cari para pejabat-pejabatnya yang doyan jogat-joget dan bicara sembarangan disaat rakyat terhimpit oleh persoalan-persoalan ekonominya.
Oleh karena itu, para menteri-menteri yang selama ini tidak disiplin, tidak cakap bekerja dan terindikasi korup, serta selalu bicara sembarangan sudah saatnya harus ditendang keluar dari kabinet.















