Dikatakan Hardjuno, kondisi mahasiswa dan pemuda yang dulu kritis dan lantang terhadap kebijakan pemerintah malah menjadi pesakitan KPK setelah menjadi sesuatu. Hal ini sangat disayangkan.
“Banyak yang dulu kritis malah menjadi pesakitan di KPK seperti, Anas Urbaningrum, Wa Ode, Angelia, yang sekarang sudah menjadi pesakitan di KPK.
Hardjuno mendorong mahasiswa harus melangkah kedepan guna menjadi seseorang. Bukan beramai-ramai untuk menjadi Koruptor.
Untuk itu, Hardjuno mengingatkan kembali kepada para mahasisa untuk menjadi agent of control yang bisa diperhitungkan.
“Jangan sampai mahasiswa menjadi bagian dari kelompok yang mudah dibeli, harus kuat mental dan pada posisinya masing-masing bahwa musuh kita bersama adalah koruptor, musuh kita bersama adalah kapitalis dan liberalisasi,” pungkasnya. **aec














