Jika hal ini tidak dilakukan oleh koalisi perubahan, langkah politik yang diambil oleh ketiga anggota koalisi hanya ingin merespon pertanyaan publik terkait kepastian Anies maju sebagai capres.
Lamanya dukungan PKS dan Demokrat terhadap Anies tentu masuk dalam pertimbangan kedua partai ini sebagai poin elektoral.
“PKS dan Demokrat tentu khawatir, kedua partai ini kan oposisi. Mas Anies ini identik dengan figur yang mewakili kepentingan oposisi, baik secara citra maupun dukungan elektoral. PKS dan Demokrat takut telat mendukung Anies berdampak terhadap hilangnya dukungan pendukung Anies kepada kedua partai ini. Sepertinya PKS dan Demokrat sudah menjawab pertanyaan publik, namun terkait solidaritas Koalisi Perubahan lewat MOU tentu masih ditunggu bahwa koalisi ini memang serius atau tidaknya”, tutup Arifki.














