JAKARTA-Konteks ekonomi dunia saat ini sangat berbeda. Tidak tepat menganggap suatu negara kehilangan kedaulatan atau tidak mandiri karena dipengaruhi oleh faktor global, punya utang luar negeri, menggunakan input impor, atau membuka diri pada penanaman modal asing dan tenaga kerja asing.
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan yang membidangi kajian dan pengelolaan isu-isu ekonomi strategis Denni Puspa Purbasari menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Pusat dengan Komisariat Provinsi seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.
Kepada Alumni Lemhannas yang hadir pada rapat tersebut, doktor ekonomi dari University of Colorado at Boulder Amerika Serikat ini mengawali paparannya dengan menjelaskan konteks ekonomi global serta bagaimana dampaknya pada ekonomi Indonesia.
“Indonesia adalah small open economy. Artinya, kondisi ekonomi Indonesia banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global yang dimotori oleh beberapa large open economies,” paparnya.
Contohnya, ketika suku bunga Amerika naik, maka suku bunga Indonesia juga naik. Ini sudah rumus atau keniscayaan dalam ekonomi. Deviasi dari rumus ini, akan membawa akibat pada aliran kapital yang bisa jadi mengganggu.














