JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap ambil bagian dalam menyukseskan Program 100 Ribu Unit Homestay (tempat menginap) di desa wisata yang digulirkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Hal itu ditegaskan Kepala Badan Pengembangan Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan saat mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono pada Rapat Koordinasi Nasional Kemenpar yang mengambil tema “20.000 Homestay Desa Wisata 2017” di Jakarta.
Telah ditetapkan 10 lokasi yang akan menjadi proyek percontohan (pilot project) desa wisata sebagai implementasi dukungan Kementerian PUPR. Ke-10 desa wisata tersebu yaitu, Kabupaten Toba Samosir, Belitung, Lombok Tengah, Manggarai Barat, Malang, Kepulauan Morotai, Magelang, Lumajang, Pandeglang, serta Wakatobi.
Menurut Rido, salah satu dukungan infrastruktur PUPR terhadap dunia pariwisata Indonesia berupa membangunan homestay di Desa Wisata. “Salah satu alternatif untuk pengembangan homestay di desa wisata dapat melalui program pengembangan KotaKu atau Kota Tanpa Kumuh serta rumah swadaya,” terang Rido.
Melalui konsep Kotaku, ujar Rido, homestay di desa wisata dapat ditingkatkan melalui pemugaran dan peremajaan hunian warga. “Serta ada juga pemukiman kembali, yakni pemindahan masyarakat dari lokasi yang tidak mungkin dibangun kembali karena dapat membahayakan,” ujar Rido.














