“Kami menyarankan adanya transfer data, saya sepakat dengan Pak Kanang, bahwa setelah 2041 dan seterusnya kemungkinan kita masih mendapat potesi cadangan lain dari pertambangan PT.Freeport,” terangnya.
Selain itu, Politisi muda Partai Golkar ini juga menyoroti kasus kecelakaan tambang beberapa waktu lalu yang mengakibatkan 5 WNI menjadi korban.
“Saya belum mendengar langkah-langkah mitigasi dari Pak Toni Wenas, bagaimana caranya agar kasus ini tidak terjadi lagi. Padahal kita tahu PT Freeport inikan sudah expert dalam pertambangan, kok hanya persoalan alam saja bisa terjadi kejadian yang memakan korban jiwa,” tuturnya.
Namun demikian, Nando memahami bahwa bencana alam tidak bisa kondisikan.
Namun disain pengelolaan pertambangan seharusnya sudah bisa memprediksi faktor-faktor alam, seperti curah hujan itu bisa diprediksi.
“Sehingga hal ini dikatakan sebagai kelalaian dan kecelakaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menerangkan, tambang emas Grasberg Block Cave (GBC) baru akan beroperasi 100%pada triwulan II 2026, setelah insiden longsor yang terjadi pada 8 September 2025 lalu.
Tragedi insiden longsoran tersebut berdampak pada penurunan produksi emas secara signifikan.













