Oleh karena itu, sector pariwisata juga dikenal sebagai mother industry karena bisa menjadi humas (public relations) dan juga merupakan cara promosi yang paling efektif (country branding) suatu negara.
Di periode 2014 hingga 2019, pemerintah sudah melakukan pembangunan infrastruktur secara cepat untuk mendukung 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, seperti pembangunan hotel bintang empat pertama di Balige kawasan Danau Toba yaitu Hotel Labersa Hutahean; pengembangan Yogyakarta Internasional Airport dengan kapasitas 16 juta penumpang pertahun, pembangunan sirkuit MotoGP di kawasan Mandalika Lombok yang merupakan street circuit pertama di dunia dengan target di tahun 2021 dan pengembangan Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, yang akan menunjang penetapan carrying capacity Taman Nasional Komodo untuk menjadi kawasan tujuan wisata alam eksklusif.
“Dengan telah siapnya dukungan pemerintah untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (10 Bali Baru), utamanya dukungan infrastruktur transportasi udara, darat, dan laut untuk 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (Danau Toba, Borobudur, Mandalika Lombok dan Labuan Bajo Flores), serta telah ditetapkan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo Flores, maka di tahun 2019-2024 pemerintah berkeyakinan akan bisa terus menggenjot pertumbuhan investasi lebih besar dari periode 2009-2014, minimal tumbuh rata-rata sebesar 25%,” ucapnya.















