Dia mengatakan pertumbuhan investasi tersebut akan berpotensi mendatangkan devisa dari sector pariwisata melalui Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment) sebesar Rp180 triliun setara dengan 13,3 miliar dollar AS, yang akan membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Konferensi THINC Indonesia dihadiri oleh pengusaha dan pengelola perhotelan, konsultan pariwisata, desainer, arsitek, media serta pelaku industry pariwisata lainnya dari berbagai negara.
Konferensi yang diselenggarakan oleh Hotelivate ini menyediakan platform untuk mempertimbangkan perkembangan dan arah industry perhotelan dan pariwisata di wilayah tersebut.
Beberapa pemimpin industry pariwisata yang menjadi pembicara dalam acara tahun ini adalah Michael Issenberg, Ketuadan CEO-Asia Pasifik, Accor; Katerina Giannouka, Presiden-Asia Pasifik, Radisson Hotel Group; John Flood, Presiden dan CEO, Archipelago International; Budi Tirtawisata, Kepala Eksekutif Grup, Grup Panorama; Suwito, Pendiri dan CEO, Republik Capital Management; Rajeev Menon, COO-APAC Marriott International serta pemimpin perusahaan ternama lainnya.















