LOMBOK-Digital Economy Working Group (DEWG) dalam Presidensi G20 Indonesia, menjadi dasar untuk membangun kesepahaman global dalam tata kelola dan optimalisasi ekonomi berbasis data.
“Meningkatnya pemanfaatan data serta beragam kerentanan dalam pemanfaatannya semakin menggarisbawahi urgensi untuk memperkuat keamanan siber dan tata kelola data, termasuk dalam meregulasi arus data lintas batas negara di level global guna mewujudkan ekosistem digital yang semakin berimbang, inklusif, memberdayakan, dan kelanjutan,” kata Sekretaris Jendral Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Mira Tayyiba, dalam 1st DEWG Meeting G20 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (30/3/2022).
Sebagai Chair dalam pertemuan tersebut, Mira menambahkan bahwa peningkatan intensitas penggunaan data dan arus data mendorong pertumbuhan ekonomi dan terciptanya berbagai peluang bisnis baru.
Data telah menjadi aset vital dalam perekonomian dunia, dan nilai pemanfaatan data dapat mencapai 13 triliun dolar AS pada 2030 (McKinsey, 2019).
“Walau demikian, intensitas penggunaan internet dan arus data juga meningkatkan kerentanan data terhadap ancaman online,” ujar Mira.
Selama 2020, lanjut Mira, tercatat ada 37 miliar insiden ancaman data (Risk Based Security, 2021) dan kerugian global akibat kejahatan siber diprediksi mencapai 6 triliun dolar AS pada 2021 (Cybersecurity Ventures).












