JAKARTA-Konflik PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan pemerintah terkesan hanya dagelan saja. Karena diduga keduanya, baik PTFI dan pemerintah diduga tidak serius menyelesaikan kasus tersebut, bahkan terkesan ada permainan. “Patut dicurigai, ada permainan apa dibalik ‘rekomendasi ekspres’ yang diajukan hanya satu hari. Biasanya mereka (PTFI) mengajukan izin perpanjangan untuk ekspor, satu bulan rentang waktunya. Namun ini aneh, cuma satu hari,” kata anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/3/2017).
Buktinya, kata anggota Fraksi Hanura, PTFI mengajukan izin ekspor tanggal 16 Pebruari 2017, dengan melayangkan surat bernomor 571/OPD/II/2017 kepada Menteri ESDM Cq. Dirjen Minerba. Surat tersebut ditandatangani Direktur dan Executive Vice Presiden PTFI, Clementino Lamury dan Executive President-Chief Financial, Robert Schoeder.
Sementara Kementerian ESDM, langsung menjawab pada tanggal 17 Pebruari 2017, melalui surat bernomor 352/30/DJB/2017, yang ditandatangani Bambang Gatot Ariyono.
Oleh karena itu, anak buah Oesman Sapta ini menyerukan semua komponen masyarakat ikut mengawal konflik PT FI ini dengann tetap mengedepankan nalar kritis terhadap semua pihak. “Termasuk ke pemerintah, jika ada indikasi sedang memainkan dramaturgi dalam persoalan ini,” ujarnya.














