Menurut Ovier, Didi Kempot adalah sosok pemersatu bangsa. Lagu-lagu yang dibawakannya mampu menyatukan seluruh elemen dan lapisan masyarakat tanpa melihat usia, suku, agama, ras, maupu golongan.
Ketika Mas Didi, ungkap Ovier, membawakan lagu-lagunya, semua orang berjoget, tertawa, dan menangis tanpa melihat latar belakang usia, suku, agama, golongan, atau ras.
“Ini yang menjadi alasan bagi PWKI untuk memberikan penghargaan ‘Terima Kasihku Kepadamu’ kepada Mas Didi Kempot saat acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020, Januari lalu.
Selain mas Didi, penghargaan juga diberikan kepada sutradara film Joko Anwar, aktivis sosial yang juga Staf Khusus Presiden Gracia Billy Yosaphat Y Mambrasar, legislator termuda Hillary Brigita Lasut, dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi,” ujar Ovier, yang adalah wartawan senior Suara Pembaruan.
Keputusan PWKI memberi penghargaan kepada Didi Kempot ditetapkan panitia pada tahun 2019. Lalu, perwakilan PWKI mengadakan kontak dengan penyanyi campur sari tersebut, yang sangat padat jadwalnya. Kontak dengan mas Didik ditindaklanjuti dengan pertemuan dan terjadi sebelum acara pemberian penghargaan dilaksanakan.

“Dalam pertemuan di Hotel Crowne, Jakarta, PWKI disambut mas Didi dan rekan-rekannya dari Suriname dan Amsterdam. Ketika itu Mas Didi sedang bersiap-siap hendak mengisi acara di Polda Metro. Beliau hanya memakai celana pendek dan kaos oblong. Pembicaraan saat itu berlangsung dengan menggunakan bahasa Jawa, karena teman-temannya dari Suriname hanya bisa berbahasa Jawa dan Belanda serta sedikit bahasa Inggris,” ujar Ovier.












