JAKARTA – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membukukan laba Rp1,69 triliun (Rp85 per saham) pada semester I 2025, melonjak 75,31% jika dibandingkan Rp966,34 miliar ( Rp49 per saham) pada periode sama 2024.
Dalam laporan keuangan yang disampaikan ke BEI, Senin (28/7/2025), terungkap, kenaikan laba TAPG didukung pendapatan Perseroan yang meningkat 35,12% menjadi Rp5,51 triliun di semester I 2025, dari Rp4,07 triliun pada semester I 2024.
Pendapatan TAPG semester I 2025 didominasi oleh penjualan kelapa sawit dan turunannya sebesar Rp5,49 triliun, naik 35,3% dari Rp4,06 triliun semester I 2024.
Kenaikan penjualan disertai peningkatan beban pokok penjualan sebesar 23,04% menjadi Rp3,47 triliun, dari Rp2,82 triliun pada semester I 2024. Namun, laba kotor emiten perkebunan kelapa sawit itu tumbuh 62,26% menjadi Rp2,03 triliun dibanding Rp1,25 triliun pada semester I 2024.
Setelah dikurangi beban penjualan dan pemasaran Rp143,19 miliar, beban umum dan administrasi Rp267 miliar, serta beban lainnya Rp42 miliar, emiten perkebunan kelapa sawit itu mencatat laba usaha Rp1,56 triliun pada semester I 2025, meningkat 77,16% dibanding Rp881,25 miliar pada semester I 2024.
Total aset TAPG per Juni 2025 sebesar Rp14,77 triliun, turun 3,7% dari Rp14,3 triliun per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan, masing-masing sebesar Rp2,31 triliun dan Rp11,46 triliun.













