“Dan sikap ini tidak dapat dibenarkan dari aspek hukum dan pendidikan politik,” jelasnya.
Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak merasa pihaknya tak perlu bertanggung jawab atas kericuhan Aksi 22 Mei.
Kata Dahnil, yang harus bertanggung jawab adalah pihak-pihak yang melakukan provokasi sehingga kericuhan terjadi sejak malam kemarin hingga siang hari ini.
“Yang bertanggung jawab adalah tentu mereka-mereka yang lakukan provokasi, mereka yang lakukan kekerasan,” ujar Dahnil di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).













