JAKARTA-Nama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan disebut dalam transkrip pembicaraan yang diserahkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Nama Luhut disebut sebanyak 66 kali.
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean menilai penyebutan nama Luhut dalam percakapan “papamintasaham” membuktikan kedekatan hubungannya dengan pengusaha kaya raya Muhammad Riza Chalid. Bahkan secara kasat mata, Luhut lah yang membawa sang Gasoline Godfather masuk kelingkaran Jokowi. Untuk itu, Luhut Pandjaitan harus segera mengundurkan diri dari kabinet mengingat tindakannya itu mengkhianati semangat pemberantasan mafia migas yang menjadi komitmen pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Dari percakapan yang direkam oleh Presdir Freeport Maroef Sjamsoedin atas skandal saham terkait perpanjangan operasi Freeport di Papua, dapat kita cermati dan simpulkan dari alur pembicaraan betapa dekatnya hubungan Riza Chalid dengan Luhut. ,” jelas Ferdinand di Jakarta, Sabtu (5/12).
Dari rekaman itu jelasnya kasat mata bahwa Luhut lah yang membawa Riza Chalid sang Gasoline Godfather masuk kelingkaran Jokowi. “Sungguh mencengangkan penghianatan yang terjadi ini. Ketika dulu Jokowi mengungkap mafia migas saat pilpres dan menempatkan Hatta Rajasa serta Riza Chalid sebagai sosok tertuduh yang diduga sebagai mafia migas kemudian setelah menjadi presiden justru menjadi sahabat baik dari Luhut dan Jokowi,” terangnya.















