Maka itu ujarnya pantaslah pemberantasan mafia migas tidak berjalan. Apalagi terlihat jelas, pemerintah tidak berani menindak perusahaan yang dicatat dalam laporan audit Kordhamenta atas Petral sebagai perusahaan yang melakukan pengaturan dan intervensi tender di Petral. “Pemerintah ini cuma sedang beretorika memberantas mafia migas sementara sosok terduga mafianya sudah menjadi sahabat,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan rekaman pembicaraan skandal Freeport maka tidak ada alasan Luhut untuk tetap berada dalam pemerintahan. Untuk itu, dia mendesak dan meminta Luhut untuk mundur dari kabinet karena terlibat dalam permufakatan skandal saham Freeport yang menurut Wapres JK adalah skandal paling besar direpublik ini. “Luhut harus mundur, tidak boleh siapapun merusak negara ini dengan perilaku koruptif dengan merampas yang menjadi hak rakyat,” tuturnya.
Karena itu, jelasnya Presiden harus segera menonaktifkan Luhut Panjaitan dan menggantinya supaya penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu.
Menurutnya, persepsi serta tudingan kepada Luhut hanya bisa jadi jernih apabila Luhut melaporkan Riza Chalid dan Setya Novanto kepada penegak hukum atas tuduhan pencemaran nama baik dan menyerang kehormatannya. Bukan justru ironi yang terjadi, Luhut malah mempersoalkan Sudirman Said belum minta ijin kepada Presiden atas laporannya ke MKD. “Mengapa Luhut tidak lapor polisi jika memang tidak terlibat? Maka itu pilihan hanya dua bagi Luhut, mundur dari kabinet karena terlibat atau laporkan SN dan MRC ke polisi jika tidak terlibat,” tegasnya.















