Didesak langkah apa saja agar Pertamina bisa bersaing secara internasional, Joko menjelaskan perlu kerja keras dan kerja bersama. Artinya mampu membentuk team building dan team working yang Baik.
Sementara itu, Pimpinan Rapat Komisi VII Satya Widya Yudha mengaku kecewa karena Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Pertamina (Persero) yang seharusnya dihadiri seluruh Dirut anak usaha hanya dihadiri 9 anak usaha. Padahal rapat diperlukan guna mengevaluasi anak-anak usaha dari Pertamina. “Sebetulnya kami menginginkan semua hadir anak usaha itu. Karena ini pertemuan pertama kita,” katanya.
Pihak DPR mempertanyakan ketidakkehadiran dari sejumlah anak-anak usaha Pertamina dalam rapat tersebut. Dalam hal ini, hanya ada 9 anak usahanya, padahal seharusnya 24 anak usaha. “Kita melihat beberapa isu. Kebetulan hari ini harusnya menghadirkan direktur utama anak usaha,” tambahnya.
Adapun 9 anak usaha Pertamina yang hadir di antaranya PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertagas, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Pertamina EP, PT Pertamina Internasional EP, PT Elnusa Tbk, PT Pertamina Patraniaga, PT Nusantara Regas dan PT Patra Jasa. “Ini kan diperlukan penjelasan yang akuntabel yang bisa menjelaskan secara detail di anak usaha. Tidak mungkin semua Pak Dirut (Elia) yang melakukan,” imbuhnya. ***












