JAKARTA-Center For Budget Analysis (CBA) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penyelidikan atas dua proses lelang di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) karena berpotensi merugikan keuangan negara.
Data CBA menyebutkan, lelang penguatan pemberitaan promosi pariwisata melalui media sosial dan pemasangan iklan media cetak Wholesaler pasar Eropa diduga merugikan negara sebesar Rp 1.2 miliar. “Untuk itu, segera KPK untuk memanggil orang yang punya tanggungjawab yakni Asisten Deputi tersebut, yaitu Noviendi Makalam berserta Panitia Lelang kedua kasus tersebut untuk diminta keterangan mereka,” pinta Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Kamis (25/8).
Tak hanya pejabat di Kemenpar, KPK juga harus turun tangan untuk memanggil anggota DPR. Orang-orang Senayan ditenggarai ikut bermain lelang dengan membawa perusahaan ke Kemenpar.
CBA mengungkap macam modus lelang di Kemenpar yang berpotensi merugikan negara. Salah satunya, penentuan pemenang justru diberikan kepada perusahaan dengan harga penawaran yang tinggi. “Seharusnya, panitia lelang memilih perusahaan yang harga penawaran wajar atau murah tetapi tidak menabrak aturan yang mereka buat sendiri,” ulasnya.














