LABUAN BAJO-Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Erick Thohir menilai pigitalisasi pasar ritel di Flores, Sumba, Timor, dan Alor (Flobamora) akan membuka akses pasar ke lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan konsumen yang lebih luas.
Erick Thohir mengatakan dengan digitalisasi, para pelaku usaha ritel atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dikawasan Flobamora akan bisa unjuk diri dan bersinar dalam persaingan di pasar nasional.
“Kehadiran digitalisasi, pemanfaatan pasar digital (Padi), dan inisiatif seperti kegiatan hari ini menjadi energi dan mendorong agar permata-permata yang sebelumnya tersembunyi di Flobamora karena akses pasar terbatas untuk bisa unjuk diri, kokoh dan bersinar dalam persaingan,” ujar Menteri BUMN dalam sambutannya di acara Puncak Bangga Buatan Indonesia – Kilau Digital Permata Flobamora secara daring pada Jumat (18/6/2021).
Lebih lanjut Menteri BUMN mengatakan kualitas dan hasil karya kerajinan lokal di kawasan Flobamora tidak kalah dengan daerah lain karena memiliki keunikan tersendiri.
Produk lokal ini diyakini akan mampu menarik minat konsumen, baik lokal maupun mancanegara, jika hadir di pasar ritel digital yang mudah dijangkau seluruh masyarakat.













