Sebelumnya, isu pergantian direksi bank BUMN mencuat setelah pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto disebut mempertimbangkan pergantian jajaran direksi Himbara yang dinilai berpotensi merugikan negara.
Menurut Sjafrie, penyaluran kredit oleh bank-bank Himbara saat ini dinilai lebih banyak menguntungkan pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya wacana evaluasi terhadap jajaran direksi perbankan BUMN.
Hanya saja pernyataan tersebut dibantah oleh CEO Danantara Rosan Roeslani yang menyebutkan sampai saat ini belum ada rencana merombak direksi dan komisaris bank Himbara alias BUMN. Bahkan Rosan menegaskan hal tersebut dalam 3 kali pernyataan saat diwawancara awak media di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026).
Danantara diketahui kini menjadi pemegang saham terbesar sekaligus pengelola operasional BUMN.
“Kami di Danantara, sebagai pemegang saham di seluruh Bank Himbara, sejauh ini tidak ada pembicaraan mengenai hal itu,” tegas Rosan.
Rosan mengungkapkan Danantara akan menangani jika memang perlu ada perbaikan pada direksi bank BUMN. Hanya saja dia menegaskan sekali lagi bahwa belum ada pembicaraan untuk merombak direksi dan komisaris bank BUMN.














