JAKARTA-Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengemukakan banyak politisi dan elit saat ini yang merasa tidak nyaman dan terusik bisnisnya. Karena kehadiran Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden.
Ada pula yang sakit jiwa karena kebiasaan berperilaku menyimpang, menghalalkan segala cara, korup dan semena-mena selama ini, dikunci dan dibatasi Jokowi. Sebagai balasannya, tiap hari mereka teriak untuk menjatuhkan Jokowi. “Banyak politisi sakit jiwa gara-gara Presiden Jokowi. Kebiasaan bancaan pasal dan bancaan uang rakyat demi kepentingan pribadi dan kelompok, dikunci Jokowi. Ini yang membuat mereka marah,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus di Jakarta, Selasa (16/5).
Dia mengomentari ajakan politisi Partai Gerindra Muhammad Syafi’i yang meminta masyarakat agar mendesak MPR dan DPR supaya menggelar sidang istimewa guna mencabut mandat Presiden Joko Widodo.
Alasannya, kata Andre, Jokowi dianggap sudah menyimpang dari sumpah jabatannya, yakni tidak lagi setia dengan Pancasila, UUD 45, melanggar peraturan perundang-undangan dan tidak lagi mengutamakan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. “Kita mengimbau rakyat Indonesia untuk segera ramai-ramai datang ke Jakarta, memaksa DPR dan MPR melakukan sidang istimewa untuk mencabut mandat dari Jokowi,” kata Syafi’i di Jakarta, Senin (15/5).














