JAKARTA – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD)melaporkan, pengembangan segmen kawasan industri menunjukkan pertumbuhan positif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian kinerja Intiland di Semester I-2025.
Menurut Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, selama enam bulan pertama tahun ini perseroan membukukan pendapatan usaha (konsolidasian) sebesar Rp1,2 triliun.
Segmen pengembangan kawasan industri berkontribusi Rp394 miliar atau menyumbang 51 persen dari development income (pendapatan pengembangan).
“Pencapaian ini menegaskan bahwa kawasan industri sebagai penopang penting kinerja keuangan sepanjang paruh pertama tahun ini,” ujar Archied Noto Pradono dalam siaran pers DILD yang dikutip Jumat (1/8).
Dia menyampaikan, saat ini Intiland memiliki dua sumber pendapatan usaha yang berasal dari development income dan reccuring income (pendapatan berulang).
Pada Semester I-2025, development income menyumbang Rp772 miliar dan recurring income sebesar Rp444 miliar atau masing-masing berkontribusi 63 persen dan 37 persen dari total pendapatan usaha.
Lebih lanjut Archied menjelaskan, pendapatan segmen kawasan industri berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian kinerja DILD atau menyumbang hingga 33 persen dari total pendapatan usaha Semester I-2025.













