Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk potensi risiko kecelakaan yang lebih tinggi di jalan raya dengan traffic yang luar biasa.
“Pemkot Depok sudah melakukan analisis yang matang, dan saya rasa itu sudah tepat,” tambahnya.
Terakhir, Dindin menegaskan pentingnya menjaga kesantunan dalam menyampaikan kritik, terlebih dalam forum publik.
Dia mengomentari pernyataan Ikra yang dianggapnya berlebihan, termasuk menyarankan pemeriksaan otak terhadap Ketua DPRD.
“Saya kira, tidak perlu sampai berkata kasar tentang pemeriksaan otak Ketua DPRD. Terlebih lagi, Ikra bukan seorang dokter, sehingga seharusnya mengedepankan kata-kata santun dalam berkomentar. Perkataan mencerminkan karakter seseorang, dan kita semua harus menjaga etika dalam berpendapat,” tutup Dindin.
Sebelumya, Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriatna menyebut calon Wali Kota Depok nomor urut 02 tak realistis dengan janji atau iming-iming menjadikan SDN Pondok Cina 1 sebagai SMA negeri.
Ade menyampaikan hal tersebut karena adanya kajian dari pemerintah kota dengan pertimbangan aspek sekolah yang berada di jalan raya, terutama di pusat kota yang memiliki kerawanan kecelakaan yang tinggi.
Mengutip dari berbagai media, hal itu lalu kemudian ditanggapi Ikravany Hilman dengan menyebut Ade tidak menggunakan data.














