Paling juga pihak partai mengatakan standart yaitu, bersedia menerima siapapun yang mau masuk ke partai asal sesuai dengan AD/ART partai.
Oleh karena itu, hanya satu dari tiga kemungkinan yang bisa dilakukan oleh Jokowi ke depan.
Pertama,menggantikan Gibran Ketua Umum PSI. Apa mungkin?.
Kedua, mendirikan partai baru, misalnya Partai Pro Jokowi (Projo).
Ketiga, full waktu bersama keluarga dan bermain dengan cucunya.
Khusus yang kedua, mendirikan partai baru membutuhkan biaya yang sangat-sangat mahal.
Pertanyaan kritikal, apakah Jokowi sudah memiliki dana yang sangat-sangat besar itu?
Selain itu, dengan nama Partai Projo, akan terjadi pengkultusan sosok Jokowi, yang berpeluang menjadi partai sentralistik, yang tidak sejalan dengan keberagaman pemikiran setiap manusia.
Penulis adalah Komunikolog Indonesia di Jakarta













