Lebih lanjut, Legislator Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) I itu memberikan sejumlah catatan terkait proyeksi volume Jenis BBM Tertentu (JBT) khususnya minyak tanah.
Menurutnya, kelangkaan minyak tanah selalu dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah Indonesia Timur khususnya NTT.
“Jadi, kelangkaan tersebut karena aspek distribusinya yang masih belum tuntas diberesin”, papar Dipo.
Politisi Alumni Pascasarjana Universitas Padjadjaran berharap PT Pertamina (Persero) mampu melakukan pengawasan secara ketat terhadap distribusi minyak tanah sesuai aturan yang berlaku dan memastikan volume kuotanya tercukupi.
“Kalau perlu kuotanya ditambah, soalnya kalau penambahan storage makan waktu dan kita enggak tahu kapan karena storage yang ada itu dari dulu dan udah lama sekali”, kata Dipo.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menyampaikan bahwa kondisi stok BBM dan LPG cukup untuk beberapa pekan ke depan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Stok LPG masih cukup untuk 14,63 hari dengan proyeksi konsumsi harian 25.069 metric ton (MT) per hari. Kemudian, kerosene juga cukup untuk 35,7 hari dengan proyeksi konsumsi harian 1.393 kiloliter (KL) per hari. Sementara itu, stok BBM lainnya seperti Pertalite, Pertamax dan Biosolar juga terjaga dengan rata-rata pasokan yang cukup,” ungkap Riva.














