Sementara itu, bagi mereka yang memiliki profil risiko agresif, alokasi yang disarankan adalah 10% untuk asuransi murni, 10% untuk kas/deposito, 20% di reksa dana pendapatan tetap, dan 60% di reksa dana saham atau saham langsung untuk investasi dalam jangka tiga hingga lima tahun.
“Setiap investasi memiliki risiko. Oleh karena itu, penting bagi setiap investor untuk menyesuaikan pilihan instrumen investasi dengan profil risiko masing-masing,” tutup Corina














