JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Andreas Utomo, Direktur Utama dan pemegang saham pengendali PT Aman Agrindo Tbk (GULA) menjual 20 juta lembar (1,87%) saham dalam emiten perkebunan tebu tersebut. Penjualan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia pada tanggal 15 Januari 2026.
Menurut keterbukaan informasi GULA ke BEI, dikutip Selasa (20/1/2026), Andreas Utomo menjual saham GULA pada harga Rp250 per lembar sehingga berhasil meraih keuntungan sebesar Rp5 miliar.
Sebelum transaksi, Andreas menggenggam 49.556.400 lembar atau setara 4,63% saham GULA. Adapun setelah transaksi ini, kepemilikan Andreas Utomo atas GULA turun menjadi 29.556.400 lembar atau setara dengan 2,76% saham.
Dari sisi keuangan, Perseroan memiliki kinerja yang kurang memuaskan pada sembilan bulan pertama 2025. Hingga kuartal III 2025, GULA justru menderita kerugian bersih sebesar Rp7,17 miliar. Padahal, di periode sama yang 2024, Perseroan mencatat laba Rp1,03 miliar. Penjualan GULA anjlok 50,33% jadi Rp94,52 miliar pada kuartal III 2025, dari Rp190,31 miliar di periode sama 2024.















