“Saatnya mempersiapkan generasi muda untuk mulai aktif berkontribusi mengembangkan EBT. Diharapkan generasi muda sudah mulai masuk (bisnis),” ungkapnya.
Saat ini, Pemerintah tengah menyelaraskan regulasi baru berupa Peratutan Pemerintah mengenai konservasi energi sehingga diharapkan menciptakan pangsa pasar di Indonesia.
“Di Indonesia, potensi energy saving masih besar, sehingga potensi market untuk Entrepreneur Success Community (ESCO) masih besar,” tegas Dadan.
Pengembangan bisnis EBT di kalangan mahasiswa dinilai Dadan sebagai langkah yang cukup stretagis.
Untuk itu, pemerintah gencar melakukan sosialisasi langsung ke berbagai kampus.
“Ini cara yang strategis bagi generasi muda untuk membuka martket (EBT),” kata Dadan.
Kementerian ESDM sendiri akan terus memfasilitasi berbagai pihak yang ingin membangun bisnis EBT sehingga percepatan pengembangan bauran EBT bisa dilakukan secara gotong royong.
“Tidak mungkin Pemerintah masuk ke seuruh aspek. Semua harus sama – sama kembangkan marketnya, kembangkan industrinya,” pungkas Dadan.












