Lebih lanjut ia menegaskan, sebagai pelaku usaha pihaknya memiliki pengalaman yang cukup, termasuk memenuhi semua ketentuan-ketentuan yang telah disusun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan pihaknya telah menaati semua pedoman yang ada di dalam Peta Jalan GCG OJK itu. “Selama tiga tahun kami telah melakukan improvement yang luar biasa, sehingga penilaian GCG kami masuk dalam skala Internasional,” tegasnya.
Namun ia juga menyayangkan minimnya perusahaan publik yang dapat meraih penghargaan di ASEAN. Dari jumlah total emiten aebanyak 571, ternyata yang mendapat penghargaan GCG sesuai dengan ASEAN GCG Scorecard hanya dua emiten. “Inilah yang kami katakan sebagai momentum. Untuk itu kita perlu adanya sebuah fakta, bahwa emiten di Indonesia yang masuk dalam ASEAN GCG Scorecard Award yang diselenggarakan Forum Pasar Modal ASEAN (ASEAN Capital Market Forum (ACMF) hanya dua. Ini menjadi ‘PR’ kita semua,”imbuhnya.
Hal ini berbanding terbalik dengan negara-negara tetangga Indonesia seperti Thailand yang mampu diwakili oleh 23 emiten, Filipina 11 emiten, Singapura 8 emiten, dan Malaysia 6 emiten. Tapi ia berharap, kedepannya emiten Indonesia akan lebih banyak lagi yang meraih penghargaan GCG level ASEAN ini.















