Melihat besarnya dosis kebutuhan vaksin secara global, dan kemampuan dunia memproduksi vaksin tampaknya bukanlah hal yang mudah.
Situasi ini berpotensi negara dan perusahaan produsen vaksin lebih memprioritaskan negaranya masing masing.
Hingga akhir 2020 otoritas kesehatan dunia dan pemerintah masing masing baru memberikan beberapa vaksin covid19 yang lolos uji klinis dan mendapatkan izin edar, diantaranya; Moderna (USA), BionTech (Jerman), Pfizer (USA), Zydus Cadila (India), AstraZeneca (Inggris), RNA (Inggris), AnGes (Jepang), Sinovac (Tiongkok), dan Sputnik (Rusia), sementara ratusan lainnya masih menjalani tahap pengembangan di laboratorium.
Dalam jangka panjang berbagai perusahaan obat mungkin mampu memenuhi suplai vaksin covid19 secara global.
Masalahnya, covid19 berbeda dengan berbagai penyakit lainnya, covid19 memiliki daya tular yang cepat, dan rata-rata diatas 2% berdampak kematian.
Bukan hanya pada soal kesehatan, akibat pandemi covid19 melumpuhkan sendi sendi sosial dan ekonomi dunia.
Oleh sebab itu, menekan laju pertumbuhan covid19 melalui vaksinasi secara cepat menjadi momentum penting. Atas dasar inilah kecepatan waktu dalam produksi dan program vaksinasi covid19 menjadi penting sebagai tonggak pemulihan segala hal.












