Dia meliat, perekonomian Indonesia saat ini tengah menuju keseimbangan yang baru, tapi memang harus melewati masa konsolidasi seperti saat ini. “Apalagi kita itu punya bonus demografi yang masih bisa dimanfaatkan hingga 20-30 tahun lagi. Jadi kondisi itu sulit dikatakan kita bertumbuh negatif. Karena satu persen pertambahan pendukuk dampaknya ke konsumsi bisa dua kali. Jadi akan positif untuk pertumbuhan ekonomi kita,” tandasnya.
Cuma memang yang perlu diatasi dalam hal pengelolaan kurs dan inflasi agar tidak ada kebijakan yang kontradiktif. Karena kalau kurs terus melemah tapi inflasi meninggi bisa jadi tidak akan efektif. “Sehingga dampaknya daya saing yang tinggi kita akan digerogoti oleh inflasi itu,” ingat dia. (TMY)














