Selanjutnya, tim kurator meninjau langsung ke sentra industri UKM untuk memverifikasi kebenaran data, serta mengobservasi sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses produksi. “TEI adalah pameran dagang berskala internasional yang terbesar di Indonesia. Komoditas yang dipamerkan di TEI 2016 merupakan produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah berkat sentuhan desain yang memadukan tren global dengan kearifan lokal, dengan tujuan mendorong pertumbuhan kinerja ekspor nasional,” kata Arlinda.
Kegiatan promosi TEI telah gencar dilakukan baik di dalam maupun luar negeri. Atase Perdagangan yang tersebar di 24 ibukota negara dan 19 Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di 19 kota dagang utama di dunia bekerja optimal menghadirkan buyers mancanegara. Ribuan buyer luar negeri akan menghadiri TEI 2016. Tak hanya untuk mengunjungi pameran, para buyer juga akan terlibat aktif dalam kegiatan lainnya seperti business matching, forum TTI, dan business forum.
Arlinda menjelaskan bahwa kerja sama antara desainer dan pelaku UKM merupakan program Designer Dispatch Service (DDS), yang merupakan bagian dari kegiatan Indonesia Design Development Centre (IDDC) sebagai wadah kolaborasi antara desainer dan pelaku usaha dalam menghasilkan produk-produk berbasis desain sesuai tren global saat ini.














