Hasil karya UKM ini akan ditempatkan pada zona display khusus yang berada di Hall D JIEXpo Kemayoran sepanjang TEI 2016. Pada TEI tahun lalu, produk hasil DDS mendapat respon positif dan peserta DDS mendapat banyak pesanan.
Program DDS 2016 diimplementasikan di 11 daerah berpotensi ekspor, yaitu Sawahlunto, Bogor, Yogyakarta, Kupang, Medan, Palangkaraya, Cilacap, Surabaya, Purwakarta, Solo, dan Jambi. Di setiap daerah, dipilih dua UKM potensial berorientasi ekspor melalui kurasi.
UKM yang belum berkesempatan mengikuti DDS, lanjut Arlinda, tetap dapat memperoleh pendampingan desainer. Caranya adalah dengan mendatangi Klinik Desain di IDDC, Jakarta. IDDC juga menyediakan perpustakaan material desain, galeri, ruang pertemuan, serta layanan akses informasi ke situs Euromonitor International dan Stylus yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik oleh desainer maupun pelaku usaha.
IDDC juga menyediakan perpustakaan material desain, galeri, ruang pertemuan, serta layanan akses informasi ke situs Euromonitor International dan Stylus yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik oleh desainer maupun pelaku usaha.
Selain produk-produk hasil DDS, Arlinda mengatakan, Ditjen PEN juga mengkurasi hasil karya para pelaku usaha lainnya yang layak untuk dipamerkan pada TEI ke-31 pada Oktober mendatang.














