OLEH: Laras Febriany – Portfolio Manager, Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia
Tensi geopolitik menjadi perhatian di awal tahun ini dengan aksi AS di Venezuela, konflik terkait Greenland, dan aksi demonstrasi di Iran. Bagaimana pandangan Anda terhadap dampak kondisi ini pada ekonomi global?
Kami melihat lanskap geopolitik dunia sedang mengalami masa perubahan seiring dengan arah kebijakan AS yang mengedepankan kepentingan nasional, ‘America First’, dan meningkatnya peranan kekuatan baru di dunia seperti China dan Rusia yang memungkinkan friksi geopolitik antar negara semakin rentan terjadi.
Implikasinya, kondisi ini dapat menyebabkan volatilitas jangka pendek di pasar dan menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi global dalam jangka menengah-panjang, terutama dengan menguatnya kebijakan bersifat proteksionisme yang mengikis kebebasan perdagangan global.
Menariknya, dari perspektif jangka pendek kondisi geopolitik ini justru mendorong terjadinya sinkronisasi kebijakan, di mana banyak negara bersamaan mengimplementasikan pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal yang ekspansif tahun ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik dan investasi di sektor strategis seperti teknologi dan pertahanan.














