JAKARTA-Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengatakan angka kemiskinan di Jakarta paling rendah di Indonesia. Sejauh ini, orang miskin di Jakarta tinggal 3,4% dengan kecenderungan jumlahnya yang terus menurun. “Yang mau dikerjakan kedepan adalah memperpendek gap antara kaya dan miskin. Saat ini,rata-rata gini ratio kota-kota besar di Indonesia berada di kisaran 0,39-0,42%. Angka ini cukup tinggi. Ini yang akan kita turunkan,” Djarot kepada wartawan usai menerima pengaduan warga di Rumah Lembang Jakarta, Selasa (22/11).
Djarot menjelaskan, salah satu cara menekan angka kemiskinan di Jakarta dengan jalan memberi subsidi perlindungan kepada warga yang miskin.
Upaya ini ditempuh melalui pembebasan biaya sekolah, pembebasan biaya transportasi, perumahan dan operasi pasar. Dengan cara seperti itu maka pengeluaran mereka bisa ditekan. “Dan pendapatan mereka ada saving atau tabungan. Ini yang kita lakukan,” tuturnya.
Djarot memastikan tidak akan membuat program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga Jakarta.
Program membagi-bagikan uang tunai ke rakyat tidak akan mendidik warga menjadi masyarakat yang mandiri.
Bahkan berdasarkan pengalaman saat menjadi walikota Blitar, Djarot mengaku program bagi-bagi uang seperti lewat BLT tidak berdampak langsung untuk pemberdayaan masyarakat. “Lebih baik dana ini dipakai untuk pemberdayaan masyarakat dengan membuka lapangan kerja, termasuk melakukan pelatihan tenaga kerja. Pelatihan tenaga kerja menengah ke bawah yang ada di rusunawa-rusunawa,” tegasnya.












