JAKARTA,BERITAMONETER.COM -Kegiatan pelatihan teknologi informasi komunikasi (TIK) yang menyasar kalangan Disabel dan Prasejahtera terus digenjot agar meningkatkan daya saing SDM dan kredibilitas.
Karena itu pendidikan dan keterampilan sangat penting untuk meraih kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.
“Pelatihan digital sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, meningkatkan daya saing di pasar kerja,” kata Sekjen Dewan Nasional Indonesia untuk Kejahteraan Sosial (DNIKS), H Sudarto usai mengunjungi ‘ruang kelas Kreator Digital dan Kewirausahaan’ bersama Ketua Pelaksana Pelatihan untuk TIK Bagi Prasejahtera Inklusif 2025, RA Loretta Kartikasari di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Kominfo, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/11/2025).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah penduduk prasejahtera hingga Maret 2025 sekitar 23,85 juta orang. Angka ini setara dengan 8,47% dari total populasi, dan menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan data September 2024.
“Bahkan manfaat positifnya bisa membuka peluang karir yang lebih luas, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas, karena peserta yang lulus mendapat E-Sertifikat,” ujarnya lagi.













