“Karena itulah keberadaan DNIKS menjadi pilar penting dan mitra strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya Kemensos,” ujarnya.
Lebih jauh Gus Ipul menjelaskan bahwa Desil membagi masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, dengan desil 1 mewakili kelompok terendah.
Desil 5-10, merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi, yang mungkin menerima bantuan sosial tertentu atau program pemberdayaan.
“Nah, Desil 1 sampai 4 itu adalah kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, dulu sering disebut Sadikin (sakit sedikit miskin),” terangnya lagi.
Gus Ipul menambahkan bahwa DTSEN ini menjadi dasar untuk menentukan siapa yang benar-benar membutuhkan bantuan secara tepat dan terukur.
DTSEN akan terus divalidasi karena data sosial sangat dinamis.
Disisi lain, kata Gus Ipul, Kemensos terus memperkuat layanan bagi 12 kelompok penerima atensi sosial atau yang sering disebut dengan 12 PAS.
Adapun 12 PAS mencakup kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program kesejahteraan sosial yang terdiri dari anak-anak rentan, difabel, lansia telantar, masyarakat berpendapatan rendah, korban bencana, mereka yang membutuhkan afirmasi khusus, warga binaan, korban kekerasan, korban NAPZA dan HIV/AIDS, masyarakat yang bermasalah sosial, dan perempuan rentan dan fakir miskin.














