Dikatakan Gus Ipul, masyarakat yang masuk dalam kategori 12 PAS dapat mengakses layanan yang disediakan oleh sentra-sentra Kemensos yang tersebar di berbagai daerah.
“Ada yang residensial atau tinggal di sentra, ada juga yang kita datang ke rumahnya,” tuturnya.
Sementara itu Ketua umum DNIKS Effendy Choirie mengatakan pihaknya terus membangun koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kemensos.
“Hal ini karena masalah kemiskinan juga terkait dengan Kementerian dan lembaga-lembaga lainnya,” paparnya.
Lebih lanjut Gus Choi-sapaan akrabnya mendukung seluruh program kerja Kemensos agar pengentasan kemiskinan bisa tercapai ke depan.
Karena itu, kemudian DNIKS mendata dan menginventarisir seluruh organisasi sosial (orsos) atau lembaga sosial yang ada sekarang ini, lalu melakukan standarisasi terhadap Orsos yang bergerak dibidang kesejahrteraan sosial dan perlu berbadan hukum,” cetusnya.
Terkait dengan HUT DNIKS ke 58, Gus Choi menjelaskan bahwa Kemensos mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut. Bahkan dalam kegiatan HUT itu akan disampaikan soal arah dan kebijakan tentang kesejahteraan sosial.
“Lokasi pelaksanaan HUT DNIKS, rencananya akan berlangsung di Kantor Kemensos dan DNIKS,” tukasnya.














