Konten yang ditampilkan para elit politik, harus informatif dan kekinian.
“Dalam lima tahun terakhir, trend itu vide. Belakangan masyarakat suka dengan konten yang mendalam, orang mencari podcast yang berkualitas,” sebut Hariqo.
Konten video yang diminati juga, singkat padat, satu video satu pesan, dan dilengkapi tautan ke laporan kinerja maupun aktivitas politisi tersebut.
Keberadaan sosial media, harus menjadi jembatan bagi politisi dan konstituennya.
Bukan sekedar pamer citra diri untuk menggalang suara.
Calon pemimpin dengan visi misi, dengan kekurangan dan kelebihannya.
Diibaratkan film action, Superhero saja bisa kalah, namun akhirnya menang juga karena benar. ***













