“Posko diharapkan betul-betul bisa menjabarkan program-program yang telah disampaikan oleh pemerintah, baik itu yang berhubungan dengan karantina mandiri bagi mereka yang baru saja kembali dari bepergian, termasuk juga apabila ada lima rumah yang terdapat positif COVID-19, maka inisiatif untuk melakukan micro lockdown skala RT betul-betul dilaksanakan,” ujarnya.
Dalam upaya pengendalian mobilitas pascamudik, Doni menilai salah satu upaya yang dilakukan yaitu mandatory check COVID-19 bagi pelaku perjalanan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung berjalan cukup memuaskan.
“Satgas Khusus untuk mandatory check di bawah pimpinan Kapolda Lampung dan Komandan Korem Garuda Hitam yang telah bekerja sama dengan semua komponen yang ada, sehingga kita lihat hasilnya cukup memuaskan. Dinas Kesehatan, Dinas DLLAJR, Dinas Perhubungan, ASDP Pelabuhan, semuanya telah bekerja keras, dan juga kepatuhan masyarakat untuk mau mengikuti program pemeriksaan, mulai dari antigen swab sampai dengan pelaksanaan PCR swab,” ujarnya.
Dari hasil PCR test, ungkap Doni, ditemukan sebanyak 532 orang pelaku perjalanan yang positif COVID-19.
Mereka kemudian dirawat di sejumlah tempat di Lampung, baik di rumah sakit maupun tempat-tempat yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.















