“Sebagian besar dari pelaku perjalanan ini adalah yang akan kembali ke Jabodetabek. Jadi bisa dibayangkan kalau seandainya Gubernur Lampung, Kapolda, Danrem, dan seluruh instansi, baik instansi pemerintah pusat serta daerah di wilayah Lampung, kurang begitu maksimal dalam pemeriksaan akan banyak sekali yang lolos ke wilayah Jabodetabek, sehingga dapat menulari keluarganya dan para kerabat, serta para rekan-rekan di tempat kerja,” tuturnya.
Dalam keterangan persnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 juga menyoroti tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) nasional yang meningkat dari 29,40 persen pada 18 Mei menjadi 30,66 persen pada 23 Mei.
BOR Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet juga mengalami peningkatan dari 15,02 persen (18 Mei) menjadi 21,77 persen (24 Mei 2021).
Meskipun relatif kecil, kasus aktif dan tingkat kematian secara nasional juga mengalami tren peningkatan, sementara angka kesembuhan menunjukkan tren penurunan.
“Walaupun secara menyeluruh tren kenaikannya ini relatif kecil dibandingkan tahun yang lalu, kami dari Satgas di bawah arahan Bapak Menko dan juga petunjuk Bapak Presiden untuk kita tidak boleh lengah, untuk kita tetap waspada, untuk kita selalu menaati protokol kesehatan, kepatuhan terhadap protokol kesehatan, jangan kendur. Tidak boleh longgar dan setiap hari harus diingatkan, bahkan setiap jam, setiap menit, harus ada kelompok-kelompok masyarakat yang saling mengingatkan,” tandasnya.















