“Ada banyak optimalisasi yang dapat dimanfaatkan dari teknologi Coiled Tubing sehingga sumur-sumur yang sudah mengalami penurunan akibat permasalahan di lubang sumur maupun sekitar perforasi dapat kembali ditingkatkan produksinya,” tambah Andri.
Coiled Tubing (CTU) adalah teknologi pipa baja panjang yang fleksibel dan kontinu, dapat digulung, serta bersifat plastis. Teknologi ini banyak digunakan dalam industri hulu migas untuk berbagai operasi sumur, mulai dari well services, fishing operation (mengambil peralatan yang terjatuh di dalam sumur), stimulasi, wireline logging, pengeboran, hingga mendukung kegiatan produksi migas tanpa harus mematikan sumur terlebih dahulu. Keunggulan ini menjadikan Coiled Tubing sebagai solusi efektif untuk menjaga keberlangsungan produksi.
Menurut Andri, beberapa teknologi implementasi CTU Elnusa yang mendukung peningkatan produksi antara lain PCTGL (Permanent Coiled Tubing Gas Lift), Velocity Dual Completion CTU, Stimulasi Sand Control Chemical, PERTASOLVENT, serta MicroCracking Stimulation. Untuk menggarap peluang pasar yang terus berkembang,
Elnusa saat ini mengoperasikan 5 unit Coiled Tubing dan sedang menambah 2 unit baru hasil kerja sama dengan brand fabrikasi internasional asal Inggris yang siap beroperasi pada akhir 2025. Sejalan dengan itu, Elnusa juga memperkuat kompetensi SDM melalui CTU School sebagai sarana transfer knowledge.














